Inovasi ‘SI CERAH’ Kota Bima Tembus Panggung Dunia, Ikuti The 7th Guangzhou Award
Kota Bima, BRIDA_
Kota Bima kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi pelayanan publik dengan secara resmi mendaftarkan inovasi SI CERAH (Celengan Darah) pada ajang internasional The 7th Guangzhou International Award for Urban Innovation.
Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis Kota Bima dalam membawa inovasi daerah ke panggung global. Proses pendaftaran dan penyusunan dokumen inovasi ini diinisiasi dan difasilitasi oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Bima bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bima sebagai leading sektor inovasi.
SI CERAH merupakan inovasi yang digagas oleh Bidan Parmila, munculnya inovasi tersebut berangkat dari pengalaman nyata Bidan yang bertugas di PKM Kumbe itu di lapangan, khususnya penanganan keterbatasan ketersediaan darah pada kasus-kasus darurat. “Inovasi ini menghadirkan pendekatan berbasis masyarakat melalui sistem pendonor terjadwal dan mekanisme barter darah, sehingga mampu mempercepat akses layanan serta meningkatkan kepedulian sosial masyarakat terhadap donor darah,” ujar kepala BRIDA Kota Bima, Arif Roestam Effendy, ST, M.Sc, MT, dalam siaran persnya Senin, (30/3/2026), di Kantor BRIDA.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya berdampak di Kota Bima, implementasi SI CERAH juga telah direplikasi di beberapa daerah lain. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi ini memiliki nilai kebermanfaatan yang luas, adaptif, serta berpotensi untuk diterapkan di berbagai wilayah dengan tantangan serupa.
Ia menjelaskan, ajang Guangzhou Award yang diikuti inovasi SI CERAH merupakan platform global yang bertujuan untuk mempercepat implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik antar kota di dunia. Inovasi yang diikutkan dinilai berdasarkan kebaruan kebijakan, strategi, model bisnis, kemitraan, pemanfaatan teknologi, serta tata kelola yang efektif.
“Keikutsertaan Kota Bima dalam ajang ini merupakan bagian dari upaya mendorong inovasi daerah agar mampu bersaing dan diakui di tingkat internasional,” ujar Arif.
Dikatakan Kepala BRIDA tersebut, ikutnya SI CERAH dalam ajang Guangzhou Award bukan hanya tentang kompetisi, tetapi bagaimana Kota Bima dapat berbagi praktik, sekaligus belajar dari inovasi kota lain di dunia. “Hal itu sebagai upaya membawa karya dari innovator daerah ke level global,” ungkapnya.
Ternyata Guangzhou Award tidak hanya sekadar kompetisi, ajang tersebut juga menekankan pada proses pembelajaran antar kota (city-to-city learning), di mana setiap peserta didorong untuk berbagi tidak hanya keberhasilan, tetapi juga proses, tantangan, dan pembelajaran dalam perjalanan inovasinya. Hal ini memberikan peluang bagi Kota Bima untuk tidak hanya memperkenalkan SI CERAH, tetapi juga menyerap pengalaman global guna memperkuat kualitas inovasi daerah.
Melalui partisipasi ini, diharapkan inovasi SI CERAH dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain sekaligus memperkuat posisi Kota Bima sebagai daerah yang aktif dalam mendorong inovasi pelayanan publik berbasis kolaborasi.(PPID-BRIDA)