DARI GURU HINGGA INOVATOR NASIONAL, AMIRULLAH DAMPINGI PELAJAR KOTA BIMA BELAJAR ROBOTIKA
Kota Bima — Pengalaman dan kompetensi di bidang teknologi informasi
dan robotika dibagikan kepada generasi muda Kota Bima melalui Workshop Tech for
Youth Tingkat SMP/MTs Tahun 2026. Dalam kegiatan ini, BRIDA Kota Bima
menggandeng Amirullah, M. Kom., guru dari SMAN 2 Kota Bima, sebagai mentor yang
mendampingi para peserta mengenal dan mempraktikkan teknologi robotika.
Amirullah, M.Kom. merupakan guru yang memiliki kompetensi di bidang
teknologi informasi dan robotika. Dalam Workshop Tech for Youth, ia membawa
pengalaman tersebut ke ruang belajar dengan pendekatan yang santai,
komunikatif, dan mudah dipahami oleh para peserta.
Di hadapan para pelajar SMP/MTs, Amirullah tidak hanya menyampaikan
materi mengenai dasar-dasar robotika, tetapi juga mengajak peserta untuk
langsung mempraktikkan proses perakitan robot mobil yang dilengkapi sensor.
Pembelajaran berlangsung secara bertahap. Peserta diperkenalkan
dengan komponen dan cara kerja robot, kemudian diarahkan untuk melakukan
perakitan hingga tahap pengujian. Para peserta juga belajar bagaimana robot
dapat diarahkan untuk bergerak mengikuti lintasan yang telah disiapkan.
Suasana pembelajaran berlangsung menyenangkan. Para peserta aktif
berdiskusi, mencoba, melakukan perbaikan, hingga akhirnya berhasil
menyelesaikan robot yang mereka rakit bersama kelompok masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, Amirullah juga dibantu oleh sejumlah
volunteer yang merupakan siswa SMAN 2 Kota Bima. Kehadiran para volunteer turut
memperkuat suasana pembelajaran kolaboratif, karena peserta mendapatkan
pendampingan sekaligus dapat berinteraksi dengan pelajar yang memiliki
pengalaman di bidang teknologi.
Pengalaman Amirullah dalam teknologi tepat guna juga menjadi salah
satu bekal penting dalam mendampingi peserta. Pada tahun 2023, ia turut
membantu inovator Kota Bima membawa mesin tetes irigasi otomatis untuk mewakili
Kota Bima pada ajang Teknologi Tepat Guna tingkat nasional di Lampung yang
diselenggarakan oleh Kementerian Desa.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya
berhenti pada penguasaan teori, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi yang
menjawab kebutuhan nyata. Semangat inilah yang kemudian dibawa Amirullah ketika
mendampingi para pelajar dalam Tech for Youth.
Setelah robot selesai dirakit, para peserta kemudian menguji
kemampuan robot masing-masing dalam sebuah kompetisi antarkelompok. Robot
ditantang untuk mampu bergerak mengikuti track yang telah ditentukan.
Bagi peserta, proses tersebut menjadi pengalaman nyata untuk
belajar berpikir logis, bekerja sama, memecahkan masalah, berani mencoba, dan
mengevaluasi hasil kerja.
Melalui peran mentor seperti Amirullah, Tech for Youth tidak
sekadar menjadi kegiatan pengenalan teknologi. Kegiatan ini menjadi ruang
berbagi pengetahuan dan pengalaman dari guru kepada generasi muda, sekaligus
membuka kesempatan bagi para pelajar Kota Bima untuk mengenal lebih dekat dunia
teknologi informasi, robotika, dan teknologi tepat guna.
Dari pengalaman merakit dan menguji robot, para peserta diharapkan
semakin percaya diri untuk mempelajari teknologi serta memiliki keberanian
untuk menciptakan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di masa
depan.