Kerupuk Kelor “Kangge” Jadi Sorotan, BRIDA Dampingi SMP Muhammadiyah Lindungi Inovasinya
Kota
Bima, 7 Oktober 2026 – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Bima melalui
Bidang Pengembangan dan Pemanfaatan Inovasi dan Teknologi (PPIT) kembali
melanjutkan rangkaian Sosialisasi Identifikasi Potensi Kekayaan Intelektual
(KI) dan Pendampingan Pencatatan KI. Kegiatan kali ini berlangsung di SMP
Muhammadiyah Kota Bima, Rabu (7/10/2026).
SMP
Muhammadiyah Kota Bima menjadi salah satu sekolah yang mendapat pendampingan
karena memiliki inovasi dengan potensi perlindungan Kekayaan Intelektual berupa
Hak Merek dan Hak Cipta. Dua inovasi yang menjadi fokus pendampingan yaitu Kangge
(Karopo Parongge) yang memiliki potensi perlindungan Hak Merek, serta Sakoci
(Sekolah Cinta Bumi) yang merupakan inovasi program lingkungan dengan potensi
perlindungan Hak Cipta.
Kegiatan
diikuti oleh Kepala SMP Muhammadiyah Kota Bima, Mas'ad, bersama para guru yang
terlibat sebagai inovator. Turut hadir Kepala SD Muhammadiyah Kota Bima yang
juga merupakan inovator dan mengikuti rangkaian sosialisasi.
Dalam
kegiatan tersebut, para peserta menyampaikan apresiasi karena inovasi yang
mereka kembangkan mendapatkan perhatian dan pendampingan secara langsung untuk
diarahkan pada perlindungan Kekayaan Intelektual. Peserta juga terlihat
antusias mengikuti diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai prosedur,
persyaratan, serta tata cara pendaftaran Hak Merek dan Hak Cipta.
Kepala
Bidang PPIT BRIDA Kota Bima menyampaikan pentingnya bagi para inovator untuk
mendaftarkan Hak Merek maupun Hak Cipta atas inovasi yang telah dikembangkan.
Menurutnya, pencatatan KI merupakan bagian penting dalam memberikan
perlindungan terhadap karya inovasi sekaligus memberikan kepastian atas
identitas dan kepemilikan karya tersebut.
“Ketika
sebuah inovasi sudah dikembangkan dan memberikan manfaat, maka penting untuk
dipikirkan juga bagaimana inovasi tersebut mendapatkan perlindungan. Hak Merek
maupun Hak Cipta menjadi salah satu instrumen untuk melindungi karya dan
identitas inovasi,” disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Tim
PPIT BRIDA Kota Bima dipimpin oleh Kepala Bidang PPIT, Syarifuddin, dengan Neneng
Halidah dan Ahmad Yani Muhlis sebagai narasumber. Sementara itu, dokumentasi
kegiatan dilakukan oleh Jumratul Nurhidayah dan Imam Sibaweh.
Melalui
pendampingan ini, BRIDA Kota Bima terus mendorong agar inovasi yang
dikembangkan oleh satuan pendidikan tidak hanya memberikan manfaat bagi
lingkungan sekolah dan masyarakat, tetapi juga memiliki perlindungan Kekayaan
Intelektual sehingga dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memiliki nilai
tambah.